Saya pernah diwanti-wanti oleh Prof Askandar Tjokroprawiro, yang merupakan tokoh dalam keluarga besar saya: “Kalau mencari dokter anak, carilah yang dekat dengan kampus. Tentu ia akan update sekali dengan segala jenis penyakit dan obatnya.”

Sejak saat itu, saya tak pernah ganti dokter anak (Prof Agus Firmansyah dan Prof Arwin Akib) kecuali jika anak sakit di akhir pekan. Yang pasti perkenalan saya dengan Prof Agus adalah saat anak saya diare. Di tempat yang sama, RSCM, profesor ahli gastro anak ini kemudian membuat saya juga mengenal ahli alergi dan asma anak, Prof Arwin. Jika dahulu di rumah sakit swasta saya harus membayar dokter dan obat super-mahal, sejak 5 tahun terakhir, biaya obat murah dan saya pun tak pernah ditakut-takuti untuk opname hingga operasi macam-macam untuk penyakit “sekelas bisul”.

Itu soal sakit anak. Bagaimana dengan saya?

Yang belum pernah saya pelajari secara seksama hingga hari ini adalah penyakit kanker, pembunuh utama kaum perempuan dunia. Yang justru telah saya baca lebih banyak adalah pembunuh utama kaum pria: jantung dan stroke.

Lalu ada apa saja ya tentang kanker, tumor, kista, dan segala rupa yang tumbuh dalam tubuh saya?

Breast Cancer – kanker payudara
Uterine Cancer – kanker saluran kemih
Cervical Cancer – kanker saluran serviks
Vaginal Cancer – kanker vagina
Gyn Cancers – kanker gyn
Vulvar Cancer – kanker vulvar
Ovarian Cancer – kanker rahim

Mau tahu lebih banyak tentang kanker dan cara pencegahannya? Klik pranala (link) di bawah ini untuk membeli bukunya.

Silakan baca buku-buku di bawah ini:Kode buku: G01CLAS01
Judul: The Power of Food – Makanan Pencegah Kanker
Pengarang: Dr. Clare Shaw, Sara Lewis
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 128
Harga toko: Rp 55.000,- (HARGA INIBUKU Rp 46.750,-) KLIK SINI

Satu dari tiga orang di negara Barat terkena kanker. Satu dari empat orang akan meninggal karena penyakit itu. Meskipun demikian, sedikit perubahan dalam pola makan dapat mengurangi risiko tersebut.

+ Menjelaskan hubungan antara apa yang Anda makan dan risiko terkena kanker
+ Memuat saran yang konstruktif dan membantu
+ Memuat 50 resep masakan yang lezat dan menyehatkan

Dr. Clare Shaw adalah seorang ahli diet terdaftar dan ahli dalam bidang kanker dan diet yang terkenal. Saat ini ia bekerja melayani pasien kanker di The Royal Marsden Hospital, rumah sakit kanker terbesar di Eropa.

Sara Lewis adalah seorang home economist dan food writer. la telah menjadi editor masakan di majalah Practical Parenting selama lebih dari 12 tahun dan menulis sejumlah buku masakan.

***

Kode buku: H02ASYU01
Judul: Zikir Menyembuhkan Kankerku
Pengarang: Prof. Dr. Amin Syukur, M.A.
Penerbit: Hikmah (Mizan Group)
Harga toko: Rp 38.000,- (HARGA INIBUKU Rp 32.300,-) KLIK SINI

***

Kode buku: G01TIAM01
Judul: Dokter, Tolong… Saya Kena Kanker
Pengarang: Dr. Ang Peng Tiam
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 160
Harga toko: Rp 35.000,- (HARGA INIBUKU Rp 29.750,-) KLIK SINI

***

Kode buku: A10RDIA01
Judul: Mengenal Seluk-beluk Kanker
Pengarang: Rama Dianandra, dr.
Penerbit: Ar-Ruzz
Halaman: 328
Harga toko: Rp 33.000,- (HARGA INIBUKU Rp 28.050,-) KLIK SINI

  

Stroke A – Z – Seri Kesehatan Populer

Pengarang: dr. Iskandar Junaidi
Harga Toko: Rp 21.000,-
HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 17.850,-

Buku mini dan praktis ini memuat semua informasi mengenai stroke dari A sampai Z. Di dalam buku ini Anda akan mendapatkan pengetahuan dan informasi tentang:
- Gejala dan tanda stroke akut
- Faktor-faktor penyebab stroke
- Penanganan keadaan khusus
- Prediksi kesembuhan stroke
- Perubahan perilaku pascastroke
- Rehabilitasi stroke
- Tanya-jawab seputar stroke
- dan masih banyak lagi

Buku ini ditulis secara lugas dan sederhana, dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Dengan demikian, informasi yang terdapat dalam buku ini dapat Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga melalui buku ini Anda memperoleh manfaat berupa hidup sehat, terhindar dari stroke, dan mampu mengatasi stroke dengan lebih baik lagi.

Rematik dan Asam Urat – Seri Kesehatan Populer

Pengarang: dr. Iskandar Junaidi
Harga Toko: Rp 21.000,-
HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 17.850,-

Pada umumnya, kita mengetahui bahwa rematik hanya menyerang orang lanjut usia. Rematik adalah proses penuaan yang normal, dan kita tidak dapat berbuat banyak untuk mengobati artritis. Semua mitos tersebut adalah salah, dan semuanya akan dijelaskan dalam buku ini. Selain itu, buku mini dan praktis ini memuat semua informasi mengenai rematik dan asam urat. Anda akan mendapatkan informasi lengkap mengenai penyakit rematik/artritis, mulai dari pengenalan, pengobatan, serta pencegahannya. Dalam buku ini juga tersedia informasi mengenai diet dan obat-obatan bagi tiap-tiap penyakit rematik, termasuk obat-obat baru rematik seperti herbal dan suplemen yang berkhasiat untuk meredakan gejala rematik.

 

Alergi dan Asma – Seri Kesehatan Populer

Pengarang: dr. Iskandar Junaidi
Harga Toko: Rp 21.000 ,-
HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 17.850,-

Meski banyak yang sudah sering mendengar tentang alergi dan asma, tak banyak yang peduli bagaimana cara menghindari atau mengobatinya. Asma dan alergi sampai sekarang masih menjadi masalah kesehatan. Bukan saja dari banyaknya kasus asma yang tidak terdiagnosis, namun juga karena yang sudah terdiagnosis pun belum tentu ditangani dengan baik.

Dengan hadirnya buku ini, penderita dan keluarga diharapkan mengetahui lebih banyak dan mampu mencegah terulangnya kembali serangan alergi dan atau asma. Bagi keluarga yang sudah memahami alergi dan asma, buku ini kiranya dapat memberikan informasi yang bisa membantu meringankan penderita saat terjadi serangan.

Cacingan Menurunkan Kecerdasan
Selasa, 04 Jul 2000 17:24:22 WIB

pdpersi, Jakarta – Bila anak Anda sering menderita demam, muntah, lekas lelah, kurang darah dan pucat –patut dicurigai– mungkin anak Anda menderita cacingan. Jika
dugaan itu benar, hasil pemeriksaan tinja anak Anda ternyata positif telur cacing, tak ada alasan lain, kecuali segera mengatasinya dengan pemberian obat cacing. Pasalnya,
cacingan dapat mengganggu pertumbuhan anak dan menurunkan kecerdasan.Guru besar Parasitologi UI, Prof. Dr. S. Alisah N. Abidin mengungkapkan hal itu pada seminar Pendidikan dan Kesehatan yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Kualitas
Jasmani Departemen Pendikdikan Nasional (Depdiknas) bekerjasama dengan Kantor Wilayah Depdiknas DKI Jakarta, Selasa (4/7), di Jakarta.

Cacingan, memang seringkali diderita anak-anak, terutama balita. Tak heran, karena bermain anak adalah tanah, yang nota bene menjadi “sarang” cacing. Menurut Prof Dr S. Alisah N. Abidin dari bagian Parasitologi FKUI, cacingan disebabkan oleh sekelompok cacing usus yang ditularkan melalui tanah.

Cacing-cacing yang ditularkan melalui tanah itu, kata Sang Guru Besar Parasitologi itu, tidak hanya terdiri dari satu jenis saja. Yang paling banyak diderita anak-anak adalah cacingan yang disebabkan oleh Cacing Gelang (Ascaris
Lumbricoides), Cacing Cambuk (Trichuris trchiura), Cacing Tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale).

“Di dalam tubuh anak, cacing-cacing itu tumbuh dari zat-zat yang dicerna di dalam usus hospes, sehingga menimbulkan gangguan gizi. Nah, gizi yang terganggu, tentu saja menurunkan kecerdasan. Karena perkembangan otak terutama dibentuk oleh gizi yang baik,” papar Alisah.

Waspadai Gejalanya

Mengingat dampak yang ditimbulkan cacingan cukup meresahkan”, para orang tua, termasuk guru di sekolah, sebaiknya mewaspadai gejala cacingan. Alisah menuturkan,
gejala klinik yang paling sering diderita anak yang cacingan, antara lain mual dan mulas, diare, demam, muntah, perut kembung, anemia, Hb menurun, lekas lelah,
berkunang-kunang, sesak napas, rasa berdebar, sembab dan kulit pucat.

Gejala klinik tersebut, dibuktikan oleh hasil penelitian di bagian bedah RSCM. Menurut Alisah, berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 40 penderita Askariasis anak yang dirawat di bagian bedah RSCM, rata-rata penderita menunjukkan gejala klinik demam (25 penderita), muntah (40), perut kembung (38), perioritas lokal (2),
perioritas umum (3), obstipasi (37), masa di abdomen (35) dan pendarahan per anum (1).

Kendati cacingan dapat menunrunkan kecerdasan anak, sayangnya, sebagian besar anak di Jakarta menderita cacingan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Jakarta,

pada anak balita di daerah kumuh (penelitian tahun 1986) diketahui prevalensi penderita Ascaris sebesar 73,9 persen, Trichuris 69,6 persen, dan Cacing Tambang nol persen.

Di daerah pinggiran (1986) ditemukan prevalensi penderita Ascaris 73,2 persen, Trichuris 60,9 persen, dan Cacing Tambang 17,4 persen. Sedangkan pada daerah perkotaan
(1996), prevalensi penderita Ascaris 66,67 persen, Tricuris 61,12 persen dan nol persen untuk prevalensi penderita Cacing Tambang.

Penelitian yang dilakukan Yayasan Kusuma Buana pada anak Sekolah Dasar di Jakarta, juga menemukan, di Jakarta Pusat (penelitian tahun 1979) prevalensi penderita Ascaris 73,9 persen, Trichuris 63,4 persen, dan Cacing Tambang 4,0 persen. Di wilayah penelitian Jakarta Timur (1996) prevalensi penderita Ascaris 60,1 persen, Trichuris
21,5 persen, dan Cacing Tambang 0,6 persen. Di Jakarta Utara (1996), prevalensi penderita Ascaris 59,96 persen, Trichuris 79,64 persen. Sedangkan di Jakarta Pusat
(pada penelitian tahun 1999) prevalensi penderita Ascaris 17,6 persen dan Trichuris 12,3 persen.

(Lisda Yulianti H dan Ratna Yuniawati)